Jangan Mengikuti Cara Hidup Yahudi dan Nashrani

Hari ini berapa banyak para pemimpin Islam dan orang-orang Islam yang meminta perlindungan, pertolongan, dan memberikan wala’ (loyalitas) nya kepada Yahudi dan Nashrani, dan bahkan mengikuti cara hidup mereka. Mengapa para pemimpin Islam dan orang-orang Islam bersikap demikian? Karena didalam dada mereka sudah tertanam adanya : “khauf” (rasa takut).

Maka Allah Rabbul Alamin menurunkan diktum (undang-undang) yang bersifat final dan baku, yang menjadi hukum dasar bagi para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, bagaimana mensikapi golongan Yahudi dan Nashrani. Dalam seluruh aspek kehidupan yang ada. Firman-Nya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS al-Maidah 5:51)

Dalam tafsir at-Tabari, menjelaskan, bahwa menurut riyawat As-Saddi, ketika terjadi perang Uhud, dan suasana semakin mencekam, ada sebagian orang Islam yang merasa takut tertawan oleh orang-orang kafir. Mereka pun bermaksud mencari perlindungan kepada orang Yahudi di negeri Dahlak, dan orang-orang Nashrani di Syam, dan bersedia mengikuti cara hidup mereka. Maka turunlah ayat al-Maidah : 51, yang melarang mereka melakukan perbuatan itu.

Menurut at-Tabari ayat ini menjelaskan urusan “wala” (loyalitas). Allah melarang orang-orang beriman untuk berwala’ kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani dengan cara menjadikan mereka pemimpin, penolong, teman setia, dan mengikuti cara hidup mereka. Karena barangsiapa melakukan hal itu, maka Allah akan menggolongkan ke dalam golongan orang-orang yang diikuti baik itu Yahudi ataupun Nashrani.

Maka, orang-orang Mukmin (beriman) hendaknya tidak menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin, pelindung, dan teman setianya. Apalagi bila telah nampak sikap permusuhan dari orang-orang Yahudi dan Nashrani itu kepada Allah, Rasulullah dan orang-orang Mukmin. Barangsiapa lebih memilih orang-orang Yahudi dan Nashrani itu sebagai penolong, pelindung, dan teman setianya, maka dia berarti telah menjadi musuh Allah, Rasulullah dan orang-orang Mukmin. Hal itu merupakan perbuatan zalim dan Allah tidak akan memberi pentunjuk kepada orang-orang zalim.

Dibagian lain, Ibnu Katsir, menjelaskan surah al-Maidah ayat 51 itu, menegaskan bahwa Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setia. Kaum Yahudi dan Nashrani merupakan musuh Islam dan umat Islam seluruhnya.

Kemudian, selain menjelaskan kaum beriman (orang Mukmin) satu sama lainnya saling melindungi, ia juga mengancam siapapun yang melanggar larangan-Nya itu. Dia berfirman : “Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka”.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan bahwa Umar meminta Abu Musa untuk mengusulkan atau melaporkan setiap hal yang ia lakukan daam satu paket. Abu Musa memiliki juru tulis (sekretaris) yang Nashrani dan melaporkannya kepada Khalifah Umar. Umar merasa heran. Umar bertanya kepada Abu Musa : “Dia seorang juru tulis yang seharusnya menjadi orang kepercayaan”. Apakah kamu bisa membaca surat yang datang dari Syam di dalam masjid-masjid?”. Abu Musa menjawab, “Dia tidak bisa melakukannya”. Tanya Umar lagi: “Apakah dia orang asing?”. “Bukan.Dia seorang Nashrani”, jawab Abu Musa. Lalu Umar menghardik saya (Abu Musa), dan menepuk paha saya. “Bawa dia keluar”, ujar Umar. Kemudian, Umar membacakan ayat : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setiamu”.

Diktum dalam al-Qur’an, yang termaktub dalam surah al-Maidah ayat 51 itu, bersifat kekal, yang menyangkut sikap dan bagaimana melihat orang Yahudi dan Nashrani. Mereka adalah musuh Allah Rabbul Alamin. Mereka menjadikan “Uzair dan Isa” sebagai anak Tuhan dan Tuhan, yang merupakan sikap yang menduakan Allah Azza Wa Jalla, dan merupakan perbuatan syirik, yang dilaknat oleh Allah.

Sepanjang sejarah Yahudi dan Nashrani melakukan permusuhan yang sangat nyata terhadap orang-orang Mukmin, yang tidak pernah selesai. Permusuhan antara ahlul haq dengan ahlul bathiil. Selamanya.

Bagaimana mungkin orang-orang Mukmin, termasuk para pemimpin Islam, bermesraan, meminta pertolongan, perlindungan, dan memberikan wala’ kepada mereka, sedangkan mereka adalah musuh Allah dan Rasul-Nya.

Banyak para pemimpin Islam dan orang-orang Islam yang meminta pertolongan kepada Amerika, Eropa, dan negara-negara kafir lainnya, yang sudah nyata-nyata mereka menjadi musuh, dan menumpahkan darah orang-orang mukmin, yang tanpa haq, seperti yang terjadi di bumi Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Chechnya, dan Bosnia. Mereka sangat nyata-nyata permusuhannya.

Ketika para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, yang sudah hatinya terkena penyakit “khauf” dan “wahn”, maka mereka, para pemimpin Islam dan orang-orang Islam datang berbondong-bondong kepada Yahudi dan Nashrani meminta pertolongan, perlindungan, dan berwala’ kepada mereka. Bukan hanya sekadar menghadiri upacara Natal dan mengucapkan Natal, tetapi sudah menjadi Yahudi dan Nashrani sebagai teman setia mereka.

Karena itu, hari ini para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, termasuk mereka yang berada dalam “Harakah Islamiyah” (Gerakan Islam) telah menjadi hina, dan bertekuk lutut dihadapan Yahudi dan Nashrani, dan menjadi “demokrasi” sebagai sesembahan mereka, dan diikuti dengan sesembahan lainnya, yang disebut kata, “koalisi”, menyebabkan mereka menjadi “tasabuh” (menyerupai) atau”talbis”, menyerupai dan bercampur dengan Yahudi dan Nashrani dalam bab aqidah dan muamalah.

Mereka sudah tidak barani lagi menyatakan identitas, jati diri secara terang-terangan sebagai Mukmin, dan menegaskan Islam sebagai agama yang syumul (sempurna), dan menegakkan prinsip (mabda’) Islam dalam seluruh aspek kehidupan, dan menggunakan prinsip dari Yahudi dan Nashrani.

Sampai-sampai ada seorang tokoh Partai Islam, harus perlu membuat spanduk besar-besar, di sebuah jalan di Jakarta, dan hanya sekadar mengucapkan: “Selamat Natal”, kepada orang-orang Nashrani, yang akan merayakan Natal.

Karena, dia mengharapkan pertolongan dari orang-orang Nashrani. Bukan dari Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin. Wallahu’alam.

Sumber: eramuslim

Inikah Perang Dunia Selanjutnya terhadap Islam?

Image

Masih membekas dalam benak kita betapa perihnya tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah dunia. Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939-1945 di mana melibatkan lebih dari 100 juta personel berakhir dengan Sekutu sebagai pemenang secara militer, sedangkan perang politik dan ideologi masih terus berlanjut ke dalam arena baru, yang dinamakan dengan Perang Dingin, yakni antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan Blok Timur di bawah Uni Soviet. Blok Barat membawa ideologi liberalis-kapitalis sedangkan Blok Timur membawa ideologi sosialis-komunis. Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat unggul atas Uni Soviet, hingga pada akhirnya pada tahun 1991 Perang Dingin selesai dengan ditandai runtuhnya ideologi komunisme. Inilah yang dinamakan dengan fenomena dominasi, yakni dua kekuatan besar dunia akan saling berbentur hingga pada akhirnya muncullah satu kekuatan sebagai pemenang.

Setelah berakhirnya Perang Dingin, runtuhnya Soviet dan dicampakkannya komunisme, maka telah menciptakan “vakum (kekosongan) ancaman” yang menyebabkan dunia Barat mencari musuh-musuh baru. Jika rentang tahun 1945 hingga 1991 dua kekuatan besar dunia itu adalah Barat dengan ideologi liberal-kapitalisnya dan Uni Soviet dengan sosialis-komunisnya. Maka siapakah kini dua kekuatan besar dunia pasca runtuhnya komunis ? Jawabannya adalah Barat dan Islam. Sebuah tesis dari pakar politik Harvard University, Samuel P. Huntington menyebutkan adanya Clash of Civilization (benturan peradaban) antara Peradaban Barat dengan Islam. Hal ini juga dikuatkan oleh Menteri Luar Negeri Italia menjelang persidangan NATO di London yang mengatakan, “Perang Dingin antara Barat dengan Timur (komunis Uni Soviet) telah berakhir, tetapi timbul lagi pertarungan baru, yaitu pertarungan antara Dunia Barat dan Dunia Islam.”

Jutaan kaum Muslimin di Asia Tengah yang sebelumnya terpuruk di bawah kezaliman komunis Soviet, kembali menemukan jati dirinya sebagai Muslim dan berupaya mengekspresikannya sekaligus menjadikan Islam sebagai ideologi alternatif pengganti komunisme. Dalam artikel yang berjudul “Karl Max Makes Room for Muhammad” di majalah Time edisi 12 Maret 1990, juga menyebutkan bahwa negara-negara Asia Tengah anggota federasi Uni Soviet seperti Azerbaijan, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Uzbekistan, Kirghizstan kini berpenduduk mayoritas Islam (antara 50% hingga 90%). Jelas ini merupakan salah satu tanda bahwa Ideologi Islam mulai kembang subur di kancah dunia.

Inikah perang dingin selanjutnya?

Peradaban Islam merupakan ancaman besar bagi Peradaban Barat. Islamlah yang pernah mengalahkan Barat pada Perang Salib silam (1096-1291 M), dan dari sini tentu menimbulkan dendam kesumat Barat terhadap Islam. Epistemologis Islam jelas berbeda sekali dengan epistemologis barat. Epistemologis Islam menempatkan Tuhan (red: Allah) sebagai pusat, atau disebut juga dengan istilah Teosentris. Sedangkan epistemologis Barat menempatkan manusia sebagai pusat tatanan, disebut dengan istilah Antroposesntris, sehingga konsep-konsep Barat bersumber dari inspirasi humanistik rasional. Ambil contoh dalam memandang hakikat kebenaran. Epistemologis Islam memandang jika kebenaran mutlak bersumber dari Tuhan (wahyu), karena rasionalitas manusia itu terbatas sehingga tidak semua kebenaran bisa dibuktikan secara rasional. Dan hingga kini, Al-Qur’an terus dan akan tetap sejalan dengan perkembangan sains, karena Al-Qur’an merupakan wahyu Tuhan yang otentik. Sedangkan Barat memandang kebenaran secara materialis-empiris (tampak dan terbukti). Hal ini dikarenakan Barat mengalami tragedi spiritual yang amat buruk, di mana para ilmuwan sains pada tahun 1600-an M (seperti Galileo dan Copernicus) dihukum karena dianggap telah menentang Gereja, sehingga komunitas ilmuwan akhirnya sepakat bahwa kebenaran sejati akan didapat jika mereka berlepas diri dari dogma Gereja dan menggunakan rasionalitas mereka untuk membuktikan kebenaran secara empiris.

Perbedaan Islam dan Barat jelas akan menimbulkan benturan hebat dalam peradaban dunia seperti yang disebutkan Samuel P. Huntington. Salah satu akibatnya, negara-negara dunia yang men-declare sebagai negara Islam atau negara dengan mayoritas penduduk Islam akan cenderung menolak sistem Barat. Dan  telah kita ketahui bersama bahwa potensi energi dunia tersimpan di rahim bumi negara-negara Islam, sehingga dalam konteks ini hasrat barat untuk menguasai minyak bumi menjadi terhambat.

Selain itu, penyebab permusuhan Islam dengan Barat adalah kesalahpahaman Barat dalam memahami Islam. Barat pada umumnya mempelajari dan memahami Islam dari buku-buku para orientalis, sedangkan para orientalis mengkaji Islam dengan tujuan untuk menimbulkan miskonsepsi terhadap Islam, selain adanya motif politis yaitu untuk mengetahui rahasia kekuatan umat Islam yang tidak lepas dari ambisi imperialis Barat untuk menguasai dunia Islam. Hal ini diperparah dengan sajian media yang menampilkan bukan “Islam kebanyakan” (Sunni), melainkan Islam Syi’ah (Iran) yang hanya dianut oleh sekitar 10% kaum Muslimin dunia. Akbar S Ahmed menuliskan, “Syi’ah menjadi perwakilan Islam di media Barat.” Dan seperti kita ketahui bersama bahwasanya Iran ialah negara yang lantang menentang Barat, dan akibatnya sejak tahun 1980 hingga kini Iran telah diembargo oleh Barat. Iran kini terisolasi dari dunia luar, terislolasi dari akses ekonomi dunia dan teknologi modern, namun dari sini Iran justru menunjukkan bahwa negerinya bisa bangkit secara mandiri dan independen tanpa adanya dunia Barat.

Is it the next Cold War ? Kini permusuhan itu semakin nyata. Adanya konflik Palestina yang menguras banyak air mata umat Islam di penjuru dunia menjadi bukti nyata perseteruan itu. Israel tetap mendapatkan dukungan Barat (AS) ketika Zionis Yahudi sekuat tenaga menghalangi terbentuknya negara Palestina merdeka. Barat juga berusaha membasmi gerakan-gerakan Islam seperti Hizbullah di Lebanon, Ikhwanul Muslimin di Mesir, Islamic National Front di Sudan, Partai Front Keselamatan Islam (FIS) di Aljazair, Taliban di Mesir, termasuk turut campur dalam revolusi Timur Tengah yang terjadi belakangan ini. Barangkali Barat khawatir akan pernyataan seorang orientalis bernama W.K Smith yang mengatakan bahwa, “Apabila orang Islam diberikan kebebasan di dunia Islam serta hidup di bawah sistem demokrasi , maka sesungguhnya Islam akan mendapat kemenangan di negara-negara tersebut. Hanya dengan cara diktator sahaja yang boleh memisahkan antara umat Islam dan agamanya”.

Banyak negara Barat yang terjangkit islamofobia (ketakutan pada Islam). 1 Juli 2009 lalu, sebuah peristiwa yang memilukan hati, menguras perasaan dan mengiris nurani. Namanya Marwa El-Sherbini, seorang ibu yang tengah mengandung janin 3 bulan asal Mesir. Ia bersama suaminya tinggal di German. Awalnya kehidupan berlangsung wajar. Tapi setelah pindah ke kota Dresden, ternyata kota itu tidak ramah bagi wanita berjilbab. Di depan umum, Marwa didicaci maki dan ditarik kerudungnya oleh seseorang yang bernama Alex W, seorang keturunan Rusia. Tak ada satupun orang yang menolong Marwa. Karena kelakuannya tersebut, Alex dihukum. Setelah lepas dari hukumannya, Alex mengajukan gugatan balik kepada Marwa, saat memberikan kesaksiannya di persidangan, ia di tikam 18 kali dalam 30 detik oleh Alex di depan suami dan anaknya, yang lebih memilukan lagi ibu itu tengah mengandung 3 bulan. Suaminya yang ingin menolong, ternyata justru ditembak oleh polisi persidangan.  Entah itu karena disengaja ataupun meleset, motif penembakan tersebut sampai kini belum terkuak. Betapa peristiwa ini sangat memilukan hati umat muslim sedunia, pembunuhan memeras hati yang berkedok islamofobia. Oleh karenanya, warga Mesir dalam beberapa periode melakukan demo besar-besaran, dan kabar ini menjadi headline di media masa Mesir. Sementara Eropa, khususnya German yang selama ini menggaung-gaungkan HAM dan demokrasinya hanya bungkam seribu bahasa. Dan pada hari itu diperangati sebagai hari Jilbab sedunia.

Agaknya memang sudah menjadi keniscayaan jika kebenaran dan kebatilan itu akan terus berseteru. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an QS. Al-Baqarah:

120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” dan dalam QS. Al-Baqarah: 217 yang menyebutkan, “…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)…”.

Maka, inikah perang dunia selanjutnya?

Together

dari dulu kita slalu bersama
melewati suka dan duka
meski datang badai menerjang
bersama kita kan slalu setia

menulis kembali kisah yang sama
pada daun daun yang tlah berjatuhan
seperti embun dan rintik hujan
kita slalu ada disisimu

reff2:
mengenang kembali kisah kisah kita
berharap menjadikan kita dewasa
dan semoga saja cita cita kita
kan tercapai suatu hari nanti

dan akhirnya kita bersama lagi

Haarp

HAARP – Benarkah Amerika telah berhasil menciptakan senjata pamungkasnya ?

Ada sebuah rumor yang beredar luas di kalangan tertentu, bahwa Amerika Serikat telah berhasil membuat sebuah senjata pamungkas yang akan membawa kemenangan kepada mereka dalam peperangan apapun dan membawanya menjadi penguasa dunia satu-satunya. Senjata yang saya maksud adalah sebuah fasilitas yang dapat digunakan untuk memanipulasi cuaca dan iklim sehingga mampu menciptakan bencana seperti badai, gempa bumi dan tsunami di tempat yang diinginkan.

Penciptaan senjata pamungkas ini telah diprediksi oleh banyak orang sebelumnya. Seorang ilmuwan kelas dunia bernama Dr. Rosalie Bartell telah mengkonfirmasi bahwa militer Amerika sedang mengerjakan sebuah sistem pengatur cuaca sebagai senjata potensial. Metodenya termasuk mengendalikan badai dan mengatur arah penguapan air di atmosfer bumi untuk menghasilkan banjir di tempat tertentu.

Image
Bukan hanya Dr Bartell yang mengatakan hal ini, mantan penasehat keamanan gedung putih bernama Zbigniew Brzezinski juga meramalkan hal ini dalam bukunya yang berjudul “Between Two Ages”. Di dalam bukunya, Ia menulis :

“Tekonologi akan menyediakan teknik untuk melakukan peperangan rahasia yang hanya membutuhkan sedikit pasukan, seperti teknik memodifikasi cuaca yang dapat menimbulkan badai yang berkepanjangan.”

Marc Filterman, seorang mantan pejabat militer Perancis pernah mengatakan bahwa Amerika telah memiliki teknologi untuk memanipulasi frekuensi radio untuk melepaskan kondisi cuaca tertentu seperti badai dan Topan.

Konon pada tahun 2002, Rusia pernah mengkonfrontir Amerika Serikat di hadapan PBB dengan menuduhnya telah menciptakan beberapa bencana di Rusia dengan eksperimen-eksperimennya.

Pertanyaannya adalah, apakah Amerika telah menemukan teknologinya ?

Di kalangan penganut teori konspirasi, beredar sebuah rumor bahwa Amerika telah berhasil menciptakan senjata dashyat tersebut dan mereka merahasiakannya dengan kedok ilmiah.

Senjata tersebut bernama HAARP. Satu fasilitas super rahasia yang dianggap sebagai perwujudan senjata pamungkas itu.

HAARP (High frequency Active Aural Research Program) adalah sebuah proyek bersama antara Angkatan udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan DARPA (Defense Advances Research Projects Agency). Proyek ini dimulai pada tahun 1993 dan diproyeksikan untuk berlangsung selama 20 tahun.

Fasilitas proyek ini terletak di Alaska, tepatnya di wilayah Gakona. Tujuan resminya adalah untuk :”menyediakan sebuah fasilitas untuk mengadakan eksperimen mengenai fenomena ionosfer yang akan digunakan untuk menganalisa karakternya dan mengembangkan teknologi pemutakhirannya untuk tujuan komunikasi dan pengintaian.”

Namun menurut sebagian orang, ada sesuatu yang lebih besar sedang dilakukan di tempat ini. Yaitu pengembangan senjata pemusnah massal. HAARP disebut mampu menciptakan banjir dengan memanipulasi penguapan air, mampu menciptakan badai dan bahkan gempa bumi. Dengan kemampuan ini, tentu saja itu berarti Amerika akan mampu menciptakan bencana kelaparan di wilayah yang diinginkannya.

Pihak-pihak yang menuntut jawaban mengenai HAARP tersebar di seluruh penjuru dunia. Mulai dari penduduk Alaska sendiri hingga para ilmuwan di Amerika dan Eropa. Mereka kuatir bahwa HAARP akan menciptakan kerusakan yang tidak bisa dipulihkan.

Salah satu eksperimen HAARP adalah menembakkan sinar elektromagnetik terkendali ke ionosfer bumi. Metode ini disebut dengan “pemanas ionosfer”. Ionosfer adalah lapisan yang mengelilingi atmosfer bumi bagian atas dan jaraknya sekitar 40-60 mil diatas permukaan bumi.

David Yarrow, seorang peneliti dengan latar belakang bidang elektronik mengatakan bahwa interaksi ini akan menyebabkan ionosfer menjadi robek. Padahal ionosfer-lah yang melindungi kita dari radiasi matahari yang ganas.

Charles Yost peneliti lain dari North Carolina berkata,”Jika ionosfer terganggu, maka atmosfer dibawahnya pasti akan terganggu.”

Bagi ilmuwan, kekuatiran utamanya adalah kerusakan terhadap ionosfer bumi. Namun bagi penganut teori konspirasi, kekuatiran utamanya adalah kehadiran senjata pemusnah massal.

Menurut militer, tidak ada tujuan untuk menciptakan senjata pemusnah massal. Aplikasi HAARP hanyalah digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertahanan Amerika seperti untuk menciptakan sistem komunikasi kapal selam yang lebih efisien, memantau dan menangkal serangan rudal yang datang tiba-tiba dan untuk memantau topografi wilayah luas untuk tujuan pertahanan.

Walaupun militer telah menyangkal, namun dokumen yang dirilis oleh militer jelas mengatakan bahwa HAARP didirikan memang untuk kepentingan departemen pertahanan.

Entahkah benar atau tidak, namun HAARP telah mencapai status yang mensejajarkannya dengan Area 51.

Baru-baru ini, ketika telegraph.co.uk mendaftar 30 teori konspirasi terbesar sepanjang masa, HAARP menduduki peringkat ke 27. Lumayanlah ! Walaupun hanya di urutan ke-27, tapi kelihatannya akhir-akhir ini HAARP menjadi lebih sering dibahas di dunia maya menyusul beberapa bencana yang terjadi seperti gempa dashyat di Cina pada Mei 2008 yang dicurigai diakibatkan oleh HAARP.

Jika anda ingin mencoba memata-matai fasilitas ini. Masuklah ke google earth, pada baris “fly to”, isikan “HAARP”. Maka anda akan langsung dibawa ke fasilitas ini. Mungkin anda akan menemukan sesuatu yang mengejutkan. Selamat mencoba.

 

Harapan di atas Awan

PENGANTAR

 

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantiasa memberikan karuniaNya kepada kita sehingga kita dapat hidup sampai saat ini, Dialah yang telah menciptakan dunia dan seisinya, Dialah juga yang merupakan mengatur kita dari    hidup dan mati kita tinggal kita yang harus arif dalam mengambil makna dalam sebuah permasalahan, karena Tuhan Yang Maha Esa tidak akan memberikan kita permasalahan kalau kita tidak mampu untuk mengatasi masalah tersebut.

            Kemudian dengan segala terima kasih kepada orang-orang yang telah menginspirasi Penulis dalam membuat sebuah karya yang mungkin curahan hati Penulis dan belum tentu sama.

            Di dalam setiap perjalanan hidup kita tidak tahu  siapa yang akan datang dan apa yang akan terjadi kepada kita maka kita harus merencanakan MAU KEMANA KITA ?. Walaupun setiap orang banyak sekali yang tidak berfikiran seperti itu karena hidupnya ditujukan hanya untuk satu objek maka percayalah sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan Harta, Jodoh dan Tahta yang cocok untuk kita. Maka kerjakanlah apa yang sekirannya baik.

            Ini merupakan sebuah cerita yang mungkin terinspirasi dari sekitar lingkungan dimana si Penulis hidup, ada yang lucu ada juga yang menyedihkan. Itulah yang coba diterapkan di cerita yang pendek ini. Semoga Cerita ini menjadi cerita yang menginspirasi kita.

            Bukan popularitas atau uang atau hal lain sebagainya, Penulis hanya berharap tulisannya ini bisa membuka fikiran tentang apa yang Para Pembaca hadapi dalam menghadapi masalah yang membuat Seseorang tidak bisa untuk menggapai citanya dan tujuan hidupnya..

 

 

 

:P Sebatang Coklat

 

            Pada saat matahari bersinar dengan teriknya yang membuat semua tumbuhan tidak bisa hidup tapi hanya tumbuhan yang kuat lah yang hanya bisa tumbuh disana. Di kala itu sebuah pasar yang ramai yang banyak sekali turis dari seluruh negara menyambangi pasar tersebut yang hanya buka di bulan suci bulan Ramadhan. Tapi di suatu tempat di bawah bangunan tua disana ada seorang pemuda yang sedang asyik membaca sebuah buku karya Syeikh Abdulloh bin Ziyad yaitu seorang tokoh yang sangat disegani pada waktu itu. Pemuda tersebut ternyata Seorang keturunan Indonesia yang sedang menimba ilmu di negeri tersebut. Di buku tersebut telah tertulis namanya “Andika Nur – Ilmu Ekonomi,Al Azhar Cairo”, Dia adalah seorang pelajar yang menimba ilmu di Universitas dengan sistem pelajaran tertua di Dunia yang terkenal di Mesir..

            Dari waktu pagi hingga sore menjelang Andika habiskan waktunya untuk membaca buku tersebut, tak peduli cuaca yang ekstrim sekalipun dan polusi yang sangat kotor karena disana banyak kendaraan yang lalu-lalang. Dan secarik kertas demi secarik kertas Dia ambil dan pindahkan untuk membaca halam selanjutnya setelah beberapa menit kemudian datang lah Seseorang dari kejauhan dan membawa sebuah benda.
 

  Krancjar : Assalamu’alaikum

  Andika : Wa’alaikumsalam, Subhanalloh Gimana Kabarmu? Sudah lama ku tak 

     Berjumpa?

            Andika merasa heran karena datangnya Krancjar yaitu Seorang keturunan Swiss yang pernah menuntut ilmu di sekolah tempat Andika menuntut ilmu sebelum Andika bersekolah di Cairo. Sekolahnya sangat indah dan sering disebut sebagai kampung damai, terletak di sudut kota Ponorogo.

  Krancjar : Alhamdulillah, sesungguhnya saya baik-baik saja Andika. Andika apa yang

       menyebabkan kamu berada di tempat seperti ini?

  Andika : Alhamdulillah semenjak lulus dari Sekolah Tercinta kita dahulu cita-cita

                 yang pernah saya utarakan ke kamu menjadi kenyataan jar..

  Krancjar : Subhanalloh ternyata kesungguhan berhasil membawa kamu kesini. Sesungguhnya dulu selagi kamu bercerita di dalam hati saya selalu terbesit doa. Yaitu semoga Alloh mengabulkan apa yang kamu cita-citakan .

  Andika : Kenapa?

  Krancjar : Karena kamu membuka pemahamanku tentang hakikatnya menuntut ilmu dan akhirnya aku menyadari bahwa orang tuaku yang dahulu memaksa aku untuk bersekolah Disana merupakan niat baik seorang orang tua. Dahulu aku sering kabur berlarian seperti seorang yang dikejar orang gila ketika orang tuaku bercerita tentang Pondok.. Malah waktu di pondok aku sempat mengeluarkan kotoran tidak pada tempatnya ketika pertama kali masuk sebagai calon pelajar. Dan sekarang subhanalloh ya Andika.

  Andika : Tunggu, aku dan kamu bersama 4 tahun, aku rasa kamu belum pernah bercerita tentang ini.

  Krancjar : Masa sih keamanan bercerita tentang hal seperti itu. Malu lakh aku

  Andika : Coba kamu cerita dari dulu pasti seisi sekolah menggosipimu. Keamanan yang memble, Hahahaha’]

  Krancjar : Sudah-sudah Andika. Kamu gak malu apa seisi pasar sekarang melihat ke kita. Nanti disangka orang gila lagi,

  Andika : Yayaya.. Aku mengerti. Ngomong-ngomong kamu bisa membantuku mengangkat barang daganganku sudah bosan aku berjualan disini.

  Krancjar : Ada syaratnya!

  Andika : what?

  Krancjar : Shut up,

  Andika : Oh na’am , off course..

 

            Kemudian Andika dan Krancjar membawa barang dagangan yang asalnya berada di bawah bangunan tua tadi. Dan membawanya ke tempat seperti rumah susun yang dikhususkan untuk mahasiswa yang uangnya pas-pasan.

            Setelah bercengkrama sampai larut malam bernostalgia tentang kehidupan mereka ketika menjadi seorang tholib, akhirnya Andika tahu bahwa Krancjar berhasil menyelesaikan sekolahnya di Al-Azhar setahun yang lalu. Berbeda dengan Andika yang belum menyelesaikan sekolahnya di Al-Azhar karena tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan ke semester selanjutnya karena semua bekal nya habis dan tentunya Andika harus berjualan tempe untuk memenuhi kebutuhan selagi tinggal di negeri nan indah dengan sejarahnya yang begitu tersohor.

            Kemudian Krancjar mengajak Andika ketempat dimana Krancjar sering membuka praktek pengobatan karena Krancjar merupakan lulusan terbaik pada saat itu. Tetapi Andika pada saat itu menolak, pada situasi akhir Krancjar memberikan Andika Sebatang Coklat yang dibawa dari kampung Krancjar di negara yang terkenal dengan coklatnya yaitu negara mana lagi selain negara Swiss pada waktu sebelum Ramadhan karena Krancjar merupakan orang asli Swiss.

            Kemudian pada pagi hari esoknya Krancjar pun pulang, dan Andika memakan coklat tersebut dan berkata dalam hatinya. “Dulu aku yang memberikan motivasi kepada Dia sekarang Dia yang dapat mewujudkan cita-citanya duluan, Ya Alloh Aku yakin semua ini merupakan rencana terbaikMu yang diberikan kepadaku”. Tak lama kemudian Andika berangkat ke Sekolah 2 jam sebelum jam pelajaran masuk kelas dikarenakan Sekolah yang cukup jauh dari tempat dimana Andika tinggal. Tapi itu tak mengurangi semangatnya apalagi mengetahui teman-temannya yang berada satu langkah didepannya.

            Kemudian Andika berteriak : ‘’ Terima Kasih kepada teman-temanku dulu kepada guru-guruku semua yang menjadi ku begini dan dorongan orang tua tercinta yang membuat aku begini”. Dan seketika itu air yang datang dari atas memabanjiri Andika. Dan seorang Orang Gendut berkata, “Hey kawan sedang apa kamu diam dibawah? apakah kamu lihat, sedang ada pembersihan rumah yang terkena banjir kemarin”. Andika, “ Maneh teh kumaha, mun di Bandung ku urang talapung siah”. Kemudian Andika berlari sambil tertawa karena Dia tahu bahwa Orang Gendut tadi tidak tahu apa yang Andika bicarakan. Karena disana merupakan daerah timur tengah jadi tak mungkin Orang Asli Mesir mahir berbahasa Sunda.

 

 

 

 

 

:P Hati Berkata “Ambuing-Ambuing”…

 

            Tepat 15 Ramadhan pada saat itu, dua jam diperjalanan sampailah Andika ke Universitasnya yang dulu hanya bisa dilihatnya dibalik pintu lemari ketika menjadi santri sekarang dilihatnya sebagai aslinya. Betapa bersyukurlah hatinya, kemudian temannya yang merupakan teman nya yang berasal dari Mesir asli. Kerap kali dipanggil Syuaib anak dari Saudagar kaya di Mesir. Walaupun Syuaib kaya Syuaib adalah orang yang tidak sombong.

            Aktifitas Universitas tertua di Dunia bagai suatu cahaya yang hidup di tengah kegelapan yang sangat hitam. Sosok-sosok pemimpin umat pejuang agama berjuang menuntut ilmu disini. Seringkali teriakan orang-orang yang sedang mengahafalkan pelajaran-pelajaran dan tak terkecuali Andika yang berjuang menghafalkan ayat demi ayat walaupun Andika pelupa tapi Andika berharap Bisa mencapai tingkat Hafidz yang baik. Setelah itu satu tepukan yang sangat keras berada di punggungnya menggegerkan lamunannya, siapa lagi kalau bukan Syu’aib.

            Diajaklah Andika ini ke tempat yang sangat disukai oleh Syu’aib, terletak di taman tengah-tengah Universitas. Kemudian Syu’aib berkata. “Andika apakah hatimu itu pernah tersentuh oleh sesuatu ?”.Andika, “Maksudmu”?.

            “Masa kamu tak mengerti sih, anak muda”. Tegas Syu’aib. Andika Menjawab, “hanyalah ayat-ayat yang dilantunkan oleh qori saja yang membuatku hatiku tersentuh pada waktu mudaku. Kecuali,”

            Datanglah seseorang yang membawa sebuah Al-Qur’an yang biasanya itu merupakan Al-Qur’an (yang sering dipakai untuk para Penghafal Al-Qur’an), berbaju panjang menutupi auratnya. Melangkah dengan cepatnya seperti tidak mau dijadikan bahan lihatan. Andika berkata, “Yaa kariim sungguh dari luar saja aku sudah bisa membayangkan auranya seperti apa”. Syua’ib menegur,”Syut, gila kamu ya? Ini bulan puasa?”. Andika, “Astaghfirullohaladziim, tapi subhanalloh itu yang aku idamkan. Hafidzoh, cantik hatinya juga luarnya, berpegang teguh pada pendirian, dan pasti seorang yang akan menuruti Suaminya”. Semoga aku dapat mengenalnya…

            Syu’aib pergi dan tak terasa Andika tinggal sendiri disana. Andika berkata,”Syu’aib, syu’aib, syu’aib, di Bandung mah jarang.. ‘Eb, “eb. Euh ninggalkeun deui kumaha ieu teh”.

            Tiba saatnya untuk Andika masuk ruangan , dari ujung mata memandang tak ada satu pun orang yang berjalan semuanya fokus di ruangan tempat belajar masing-masing.

            Setelah selesai Andika bergegas pulang dan setelah beberapa meter keluar dari gerbang sekolah, Andika melihat Seorang yang tadi.. Dan kemudian Andika mengikuti jalan kemana wanita tersebut pergi, belokan-belokan kecil telah dilewati keringat yang sangat banyak tidak dihiraukan dan akhirnya berhenti di suatu rumah yang sangat besar. Yaitu rumah milik Kedutaan Besar Republik Indonesia, di dalam hati Andika Suatu saat aku bisa masuk dan mengetahi wanita yang tadi. Oh, tidak sebelum aku mengetahuinya aku harus lulus dari kuliahku dan membagakan Orang tuaku. Berjalan lah Andika di depan pintu tersebut, kemudian crekk crekk . Suara kertas kemudian Andika mengambilnya dan membaca kertas tersebut isinya yaitu sebuah kertas nilai hasil ujian semster milik wanita yang tadi dan Andika pun merasa terkejut karena mengetahui wanita tadi merupakan wanita yang pintar dan merupakan wanita yang mendapat nilai tertinggi di angkatannya. Andika berkata,”Semoga aku di perjodohkan dengan wanita yang bisa membina anak-anakku dengan baik, tapi sudahlah jangan terlalu berharap. Aku adalah siswa yang lulus saja merupakan mimpi bagiku apalagi menikahi wanita seperti ini.”

            Pulanglah Andika ke rumah kostnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:P Harapan diatas Awan

 

            Setelah salam Andika kemudian masuk ke rumah kostnya, karena kurang biaya jadi satu kamar kostnya diisi oleh beberapa orang mahasiswa di Universitas. Kemudian Andika berkata, “Kawan tadi aku melihat wanita yang aku idam-idamkan selama ini. Aku buntuti Dia tapi sayang Dia merupakan anak dari KBRI Indonesia, mungkin bukan saatnya aku berkenalan dengan Dia . Jadii aku pulang “.

            Ada yang janggal biasanya, ketika kawan-kawan mereka membicarakan sesuatu pasti disambut dengan guyonan-guyonan khas mahasiswa apalagi tentang wanita. Tapi kali ini berbeda seperti ada sesuatu yang membuat mereka begitu. Pada saat itu hati Andika pun merasa tidak enak dan tidak ada kekuatan didalam dirinya. Dan ketika setelah minum pun gelas yang tadinya disimpan terjatuh dengan sendirinya, itu yang menambahkan tegangnya hati.

            Lamunan yang sangat dalam dirasakannya, suara gesekan pintu, bertiupnya angin, dinginnya suasana menambah suasana menjadi begitu tegang. Dan dilihatlah anak-anak teman kamarnya sedang berkumpul di suatu tempat dengan raut muka yang sangat bersedih. Andika terpana melihatnya, ketika berada didepannya Andika pun terdiam.

            Imron, “Sinilah, bolehkah aku bercerita kepadaMu? Tegarlah“.

            Andika memandang kebawah seperti tak siap menerima suatu masalah yang dirasakannya sangat keras melebihi semua masalah yang sering dihadapi,,

            Imron, “Kami mendapat kabar bahwa Ibumu meninggal Dunia”. Andika pun terdiam dan mengeluarkan air mata kemudian berlari keluar kostnya. Membuka pintu dan menutup pintu tersebut dengan kencang. Duagg.

            Berlari dan terus berlari tak tahu tujuan yang pasti, “Ibu kenapa Engkau meninggalkanku disaat aku mencoba untuk membanggakanmu. Ibu berikanlah aku kekuatan.”

            Berhenti lah Andika dan mencoba tegar menghadapinya. Kemudian hujan membasahi tubuhnya dan tatkala sedang dilanda kesedihan yang mendalam payung menutupi kocoran air dari awan.

            Aisyah, seorang anak KBRI yang kemarin ternyata iba kepada Andika yang menangis dan teriak disaat hujan membasahi Andika. Dengan omongan yang sedikit malu-malu, “Wahai pemuda apa yang kamu lakukan? Tidak lah kamu melihat dirimu yang basah kuyup dan memperlihatkan muka yang jelek”. Pergilah Aisyah, menghilang di belokan karena saat itu pandangan orang normal hanya 2meter saja. Hujan yang sangat deras disertai dengan angin yang bertiup kencang. Tak membuat Andika berpaling dari tempat teersebut.

            Gubrak,, suara terdengar . Temannya yang seraya tadi mengejar Andika ternyata menemukan Andika jatuh pingsan, dibawalah Andika ke kostnya. Seminggu kemudian Andika tak bisa menjalankan aktifitasnya seperti biasa karena sakit. Untuk makan saja butuh butuh bantuannya temannya.

            Pada 1 syawwal atau pada saat Idul Fitri Andika melaksanakan sholat Ied di sekitar rumahnya.

Allohu Akbar, Allohhu Akbar

Laa ilaa ha Illallohuwallohu Akbar

Allohu Akbar Walillahilham       

            Takbir yang sangat membekas bagi seorang manapun ketika mereka tidak bisa meminta maaf kepada orang tuanya , ditinggal pergi. Satu, Dua tetes air mata mengucur diatas sajadah biru nya. Mengira semuanya nya sia-sia, teman kostnya menepuk-nepuk pundak Andika. “Sabarlah kawan disetiap impian pasti ada tantangan yang harus di lawan. Untuk itu wujudkan lah impianmu, Ibumu pasti bangga denganmu”.

           

Allohu Akbar, Allohhu Akbar

Laa ilaa ha Illallohuwallohu Akbar

Allohu Akbar Walillahilham       

 

 

 

 

:P Uthlubul ‘ilma walaw bissiin…

     

            Itulah pepatah arab yang sering diajarkan di KMI Gontor, “CARILAH ILMU WALAU KE NEGERI CINA”. Sebenarnya setiap orang mempunyai kesempatan yang sama dan sesungguhnya Alloh SWT telah memilih tempat terbaik dimana kita tinggal. Telah memlilih jodoh terbaik, tinggal kitanya yang harus bisa menelaah bagaimana sebaiknya kita mengolah hidup kita menjdadi bermanfaat.

            Mungkin itulah yang menyebabkan Andika yang telah sadar dan mengganti pola  hidupnya yang buruk ketika menjadi siswa Menengah Pertama. Hanya mengganti pola tidur, dikala orang lain tidur jam 10 Andika biasa tidur jam 11 dan dikala orang lain bangun jam 6 Andika bangun sebelum Adzan Shubuh berkumandang.

            Sadar karena Dia bukan seorang anak kyiai, bukan seorang lulusan sekolah jempolan. Yang kala itu hanya lulusan sekolah Menengah Pertama yang jauh dari perkotaan yang berada di sebuah Desa kecil. Dan hanya sawah yang terlihat bukan gedung bukan juga perkantoran.

            Dari kecil Dia sadar bahwa Dia tidak mempunyai apa-apa, dan terkadang iri apabila melihat orang lain mempunyai sarana untuk menunjang belajar, bakat dan lain-lain. Sedangkan Dia hanya mempunyai buku-buku usang yang sering dibelikan Ayahnya dari tempat penjualan bukubekas dan satu gitar tua kesayangannya. Tapi dari kecil Dia sadar bahwa itulah hal yang dapat membuatnya maju.

            Buat apa kita mempunyai uang yang banyak, sarana yang komplit, orang tua yang begitu baik sehingga kemauan anaknya selalu diikuti karena anaknya berhasil mendapatkan hasil yang baik disekolahnya misal. Itulah yang salah, karena  mendidik anak dengan iming-imingan yang dapat menyebabkan anak kurang mandiri. Dan for what juga kita bersekolah di sekolah jempolan terkenal seantero Dunia, pengajar no wahid kalau kita tak bisa mengambil apa yang sebenarnya harus kita lakukan. Hal-hal diatas dapat menjadi bumerang bagi kita, dan akhirnya hidup tidak berprinsip.

            Itulah yang kita bisa lihat di Bangsa kita, tapi sudahlah apa bila kalian belum menyadari ubahlah sikap kalian.

            Pagi sekali selesai sholat Shubuh berjamaah Dia sibuk merapikan pakaian wisuda yang dibeli hasil berjualan dan iuran teman kostnya karena Andika berhasil menngejar cita-citanya dari kecil, Bisa Lulus dan Sarjana di Mesir. Sudah rapih pakainnya teman-temannya sibuk berkomentar selagi melihat di depan cermin yang sudah retak tengahnya. Asep, teman kostnya yang membawa wewangian arab yang harumnya masih tercium walaupun jaraknya 4 meter. Menyemprotkan hingga ¼ bagian botol wewangian tersebut habis. Asep, “Hey boy nte wajib wangi pada saat pemanggilan namamu di atas panggung kehormatan, mungkin nanti wanita yang kamu idam-idamkan akan melihatmu. Oh siapa namanya?”.

            Andika, “Aisyah namanya”. Asep, “oh, Hhahhaaha”. Andika, “Semoga  Hahahaha, tapi gak mungkin. Masa sih anak pejabat mau sama seorang anak desa. Hhahaha .”

 

20 Syawwal, Ruang Wisuda Al-Azhar Cairo

  MC : Assalamu’alaikum Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME karena atas lmpahan rahmatNyalh kita bisa berkumpul di sini. Kedua Kepada yang terhormat kepada para pimpinan yang telah hadir di acara ini. Sehubungan saya selaku pembawa acara akan mempersilahkan kepada lulusan terbaik disini. Mari kita sambut… Andika Nur

 

Dengan langkah yang sedikit gugup Andik pun mencoba untuk tetap berwibawa karena Dia lah yang menjadi contoh mahasiswa terbaik di Al-Azhar. Dia berada diatas mimbar.

Andika : Assalamu’alaikum.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan YME karena berkat rahmatNya lah kita bisa berjumpa disini. Kedua Sholawat serta salam tercurahkan selalu kepada nabi Muhammad SAW karena telah menuntun kita dari zaman jahiliyyah hingga jaman yang moddern ini. Ketiga Terima kasih kepada para pembawa acara yang telah mempersilahkan saya untuk berada dan berbicara di depankalian semua.

Teringat apa yang dikatakan Imam Syafi’i . Bahwa :

 

Orang Berilmu dan Beradab Tidak Akan Diam di Kampung Halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah kau akan mendapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang

 

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjdai jernih, jika tidak akan, kan keruh menggenang

 

Singa jika tak tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

 

Jika matahari diorbitnya dan tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padaNya dan enggan memandang

 

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

 

            Itulah yang saya ketahui pada waktu saya memasuki sekolah setelah Sekolah Menengah Pertama Saya. Sungguh beda perasaan yang saya alami, jatuh itulah yang saya ingat ketika saya berada di sana. Tapi tak ada yang bisa menangkalnya kecuali Saya sendiri dan pasti dengan berdoa kepada Tuhan YME. Semua yang saya lalui disana coba saya ambil dan jadikan prinsip hidup saya. Yang dulu saya belajar Cuma 1 jam disana saya tambah menjadi 3 jam. Tapi.. Semua sia-sia, menangis dan menangis ketika malam sebelum tidur di perbaringan. Kadang, doaku selalu terpanjatkan ketika malam tiba. Mengapa?? Ku selama ini berfikir bahwa anggapanku bahwa ada yang bodo dan pintar merupakan anggapan yang salah. Setiap orang oleh Tuhan YME ditakdirkan berbeda mungkin Dia Kurang dalam pelajaran tapi Dia berhasil di Kemudian hari. Itulah yang saya terapkan semoga kekurangan saya selama bersekolah itulah yang menjadi titik balik saya di Kemudian hari..

            Setelah bertahun-tahun sampailah kepada yang saya nantikan, lulus. Dan mendapatkan kesempatan disekolah ini, betapa bangganya orang tua saya. Apalagi Ibu saya, kelulusan saya dan keterima Saya di sini . Membuat Ibu saya mengabarkan kesemua orang di Desa. Malu, tapi biarkan lah namanya juga Orang tua. Saya janji suatu saat nanti ketika saya sarjana saya akan pulang dan memabahagiakan orang tua. Khususnya Ibu saya, tapi itu semua bagaikan harapan diatas Awan. Ibu saya meninggalkan saya ketika saya sedang berjuang.

            Terima Kasih, Assalamu’alaikum wr wb.,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:P Ikhlas

 

  2 Tahun Kemudian,

            Meratapi bumi pertiwi yang hijau diatas mesin pembawa yang mengudara sangatlah menyentuh hati. Terhitung sudah berapa tahun ini Andika tak pulang ke kampung halaman, suasana rumah pun diananti. Tapi sayang sekarang Ibunda telah tiada, hanya ijazah lah sebagai tanda kelulusan yang Andika bawa.

            Tidak disadari ketika itu, pagi yang sangat dingin berbeda jauh dengan suasana Mesir yang begitu panas. Keluarlah Andika dari mesin udara tersebut, tidak ada seorang pun yang menjemputnya karena Dia sengaja untuk tidak memberitahukan kepulangannya.

            Dia hanya membawa satu tas yang berisi barang seperlunya karena Buku-buku, alat-alat lainnya telah diberikan kepada sesama teman seperjuangannya disana. Kemudian Andika menaiki satu taksi, walau tak pernah naik taksi tapi Dia sangat tidak canggung karena ingin bertemu Ayahnya yang merupakan salah satu Orang tuanya yang masih hidup.

            “Tidak asing lagi ini pasti belokan menuju rumahnya, Pak belok kiri”. Omongan Andika dengan semangatnya.

            Dikejauhan bendera kuning menghiasi dinding depan rumahnya, dan orang-orang yang datang dengan raut muka yang begitu sedih. Rumah yang biasanya sepi kini semakin banyak orang yang berdatangan.

            Terdiam,,,,, Andika dan membuka ijazahnya yang tadi . sambil menangis Dia berlari, ke rumahhnya. Dan seketika orang-orang yang berada di rumahnya pun kaget karena Mereka tahu bahwa Andika akan pulang setelah 3 tahun lagi.

            Seuntai kain hijau menutupi jenazah, Ayat-ayat yasin terngiang dimana mata memandang. Andika terduduk lesu dan membuka kain hijau tersebut. Ternyata salah seorang harapannya meninggal.

            Ayahnya yang dulu yang sering mengucapkan terima kasih apabila Andika mendapatkan nilai buruk bahkan baik. Selalu tegar menghadapi anaknya. Satu Qur’an dibukakan dan dengan lancangnya Andika membacakan ayat-ayat di dekat kepala sang Ayah. Mata tak kuasa membendung cucuran air, memerah wajahnya seperti tak bisa melupakan Ayahnya tersebut.

            Itulah akhirnya… Ikhlas lah itulah kata yang wajib menjadi pegangan..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:P Bunga di Negeri Pertiwi